Tesar Arlin Kepala BKAD Batanghari Ikuti Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Tahun 2026
Tesar Arlin
Kepala BKAD Batanghari Ikuti Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Tahun
2026
BATANGHARI – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
Kabupaten Batanghari, Tesar Arlin, mengikuti Rapat Koordinasi Gugus Tugas
Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting
dalam memperkuat koordinasi lintas sektor terkait pelaksanaan reforma agraria
di Kabupaten Batanghari.
Rapat koordinasi ini
menjadi momentum untuk menyatukan langkah antara pemerintah daerah dan berbagai
pihak terkait dalam mendorong penyelesaian persoalan agraria, penataan aset
serta pemanfaatan tanah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kehadiran Tesar Arlin
dalam forum tersebut menunjukkan keterlibatan BKAD dalam mendukung kebijakan
pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan aspek pengelolaan aset
daerah dan koordinasi dalam penataan administrasi pertanahan.
Reforma agraria tidak
hanya berbicara mengenai kepemilikan dan penguasaan tanah, tetapi juga
menyangkut bagaimana tanah dapat dimanfaatkan secara optimal, produktif dan
memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, koordinasi
antarinstansi menjadi sangat penting. Berbagai persoalan pertanahan membutuhkan
penanganan yang terintegrasi agar kebijakan yang diambil tidak berjalan
sendiri-sendiri.
Dalam rapat tersebut,
pembahasan mengenai agenda reforma agraria tahun 2026 menjadi perhatian
penting. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan instansi
terkait untuk mengidentifikasi berbagai persoalan, menyusun langkah
penyelesaian serta memastikan program reforma agraria berjalan sesuai
ketentuan.
Tesar Arlin sebagai
Kepala BKAD Batanghari turut memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah
dalam memperkuat tata kelola aset dan administrasi daerah. Pengelolaan aset,
termasuk aset berupa tanah, membutuhkan pencatatan yang jelas, tertib
administrasi dan kepastian status agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian
hari.
“Koordinasi seperti ini
sangat penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antarinstansi.
Kami tentu mendukung setiap upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan tata
kelola pertanahan dan aset yang lebih tertib,” ujar Tesar Arlin.
Menurutnya, sinergi yang
kuat akan membantu pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan aset dan pertanahan
yang lebih transparan serta memberikan kepastian bagi masyarakat.
Rapat Koordinasi GTRA
Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti sebatas forum pembahasan. Hasil koordinasi
harus dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret di lapangan sehingga
berbagai persoalan agraria dapat diselesaikan secara bertahap.
Dengan keterlibatan seluruh pemangku
kepentingan, pelaksanaan reforma agraria di Kabupaten Batanghari diharapkan
semakin terarah. Pemerintah daerah pun terus didorong untuk memastikan setiap
kebijakan pertanahan mampu memberikan kepastian hukum, mendorong pemanfaatan
tanah secara produktif dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Batanghari.
%20Kabupaten%20Batang%20Hari%20Tahun%202026%20%F0%9F%8C%B1%F0%9F%A4%9DKepala%20%20(1).jpg)